Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Rabu, 06 Desember 2017

Pemeran Utama - Part 1 (Story by Nugi Nugraha)


Setiap orang adalah "Pemeran Utama" dalam cerita hidupnya masing-masing. 
Mau bahagia ataupun sebaliknya, "Pemeran Utama" adalah sosok yang tidak akan lepas dari peran penting sebuah jalan cerita. Cerita ? Inilah cerita kehidupanku.

...

Saat aku memutuskan untuk meninggalkannya, semuanya kembali normal seolah tidak pernah terjadi apapun dalam hidup ini. Karena keputusanku sudah aku pikirkan jauh-jauh hari dan bahkan terlalu matang, hingga akhirnya aku bertemu dengan dia, orang yang sama-sama mencari sandaran, orang yang sama-sama lelah dengan hubungan yang menyakitkan. 
Dia adalah Diana, perempuan selanjutnya yang akan masuk dalam cerita hidupku setelah aku menyelesaikan kisah cinta bersama Kayla, perempuan pertama yang mengisi hatiku.

...

Part Nirwan

Aku adalah seorang remaja yang bisa dibilang pandai bergaul, cepat akrab dan kadang tidak sungkan memulai percakapan terlebih dahulu dengan orang yang sama sekali belum dikenal sebelumnya. 
Namaku Nirwan. Usiaku sekarang 22 tahun. 
Aku akan ambil bagian cerita 2 tahun kebelakang, saat aku bertemu seseorang dan mulai mengenal yang namanya cinta bahkan lebih dari cinta. 

Semuanya berjalan normal seperti kebanyakan remaja pada umumnya, bisa merasakan deg-degan saat bertemu dengan seseorang yang dianggap suka atau hanya aku kagumi saja. Hingga akhirnya aku ditakdirkan bertemu dengan perempuan yang usianya 2 tahun diatasku. Dia adalah perempuan pertama yang mengajarkan bagaimana cara mencintai dan dicintai, mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan percintaan, rasa sakit dan rasa indah karena cinta juga pengorbanan demi cinta. 


Namanya Kayla. Dia cukup dewasa, sangat perhatian, sangat peduli, penuh pengorbanan, tidak akan habis cerita jika aku tuliskan kebaikannya.

Dalam hidupku belum pernah merasakan hal yang indah seperti saat aku bersamanya. Indahnya mencintai dan dicintai, tidak bisa aku gambarkan bagaimana indahnya rasa itu, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, hingga akhirnya berjalan lebih dari setahun. 
Dan setelah berjalan lebih dari setahun, ternyata aku baru mengerti bahwa cinta itu tidak hanya tentang keindahan, tapi juga rasa sakit. 
Aku mulai sadar bahwa rasa sakit adalah bagian lain dari cinta. 

Aku mendapatinya berselingkuh dengan orang lain, mungkin kala itu aku terlalu polos atau terlalu mudah dirayu atau terlalu tipisnya lapisan hati ini, akhirnya aku memaafkannya. Dan semuanya kembali seperti biasa, kita menjalin hubungan dengan baik-baik saja. 
Layaknya berpacaran pada umumnya, aku belajar banyak hal dari sosok Kayla, seperti sek. Ya, percintaan tanpa sek itu bohong. Kecuali hanya kaum-kaum tertentu saja. Dan karena aku bukan termasuk bagian dari kaum tersebut, aku bisa belajar dan merasakan yang namanya sek dari dia, dari pacar pertamaku, Kayla.

Seiring berjalannya waktu, aku semakin tau dan semakin faham bagaimana karakternya, yang ternyata aku bukanlah orang satu-satunya yang pernah dia tiduri. Aku tau kalau dia hanya sayang kepadaku, aku tau betul bagaimana perasaannya terhadapku, aku lihat dari matanya yang tulus dan pengorbanan yang dilakukannya, perhatiannya yang begitu besar untukku. Tapi semua itu sirna setelah aku merasa bahwa aku tidak bisa lagi melanjutkan cerita bersamanya, aku sudah cape dan muak dengan semua kebiasaan buruknya. 
Berkali-kali aku memberinya kesempatan, berkali-kali pula dia mengecewakanku, dia tidak lagi menjadi orang yang seperti pertama aku mengenalnya, karena semakin lama aku semakin melihat sisi lain dari dirinya yang tidak lagi bisa aku pertahankan, bahkan tidak bisa lagi aku maafkan.

Aku bisa merasakan yang namanya rasa sakit, rasa sakit karena cinta, rasa sakit karena terus mempertahankan hubungan yang tidak lagi sehat, rasa sakit karena kecewa. 

Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mencari sosok pengganti Kayla. 
Mencari sosok yang lebih baik darinya, mencari sosok yang segalanya lebih dari dia yang bisa membuat hidupku lebih bahagia. Ya, aku ingin kembali merasakan yang namanya bahagia karena cinta. 

...

Disebuah aplikasi perjodohan online, aku bertemu dengannya. Orang yang setahun lalu pernah berkenalan denganku disebuah media sosial. 
Namanya Diana. Usianya 1 tahun lebih tua dari Kayla.
Saat itu aku memasukkannya dalam daftar orang yang siapa tau akan masuk tipeku. 
Karena bukan hanya dia, masih ada beberapa orang yang memang sengaja aku kumpulkan dalam daftar. 

...

Part Kayla

Aku adalah perempuan pertama yang dia sentuh. Aku adalah perempuan pertama yang jadi pacarnya. 
Dia begitu mencintaiku, begitupun aku. 
2 tahun bukanlah waktu yang singkat. 
Sudah banyak hal yang kita lalui, susah senang kita mampu melewatinya bersama. 

Aku tidak tau cara berpikirnya saat itu, karena aku sudah tidak lagi mengenalnya, dia bukan lagi sosok yang seperti dulu, dia sudah berubah. 
Dia selalu bilang bahwa dia sudah bosan dengan kebiasaan burukku. 
Aku tidak bisa mengakuinya. Tapi aku mencoba mempertahankan hubungan ini sampai saat dimana aku dipertemukan dengan orang yang katanya mampu menggantikan posisi aku dihatinya bahkan dihari-harinya. 

Aku tidak faham apa yang dia lihat dari perempuan itu. 
Karena aku sangat yakin bahwa perempuan itu belum tentu mampu seperti diriku yang sudah jelas bisa memberinya kebahagiaan, memori indah, rasa cinta yang tulus dan begitu banyak pengorbanan yang sudah aku lakukan untuknya.

Tapi apalah dayaku, aku tidak bisa lagi menggenggam tangannya saat hujan dimalam itu menjadi saksi berakhirnya sebuah hubungan yang sudah terjalin selama 2 tahun ini. 
Dia lebih memilih mengejar perempuan itu daripada aku yang tetap berdiri ditengah hujan. 

...

Part Diana

Saat aku pertama  kali membaca pesan darinya, sama sekali tidak ada yang sepesial atau apapun selain flat. Karena bukan hanya pesan dari dia yang aku baca. Puluhan mungkin, dan itu biasa saja bagiku. 

Itu terjadi setahun yang lalu. Saat aku menjalin sebuah hubungan bersama seseorang dan aku berusaha dan terus mencoba mempertahankan semuanya agar tetap baik-baik saja. 
Tapi yang namanya sebuah hubungan tidak bisa dipaksakan, jika memang saatnya harus berakhir pasti berakhir pula. 

Bersambung.... "Pemeran Utama part 2"