Official Blog of Nugi Nugraha || Member of Google Corp & Blogger - Since 2011 || Copyrights 2011 - 2017 by Personal Blog & Google

Selasa, 27 Juni 2017

Akhirnya Bisa Memeluk Ayah

Kapan terakhir memeluk ayah ? Coba ingat!
...

Well, mungkin ada yang bilang lebay, mungkin ada juga yang bilang sangat lebay dan over berlebihan, atau ada juga yang bilang kok bisa ya judulnya seperti itu. Apapun "bodo amat" xixi 😀

Mumpung masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri, saya memohon maaf lahir dan batin jika ada salah yang disengaja ataupun tidak disengaja.

Kali ini saya mau curhat tentang yaaaa mungkin sudah baca judulnya postingan kali ini ya. Akhirnya bisa memeluk ayah.

Mungkin untuk sebagian orang itu sudah biasa dan memang biasa-biasa saja, tapi bagi saya itu adalah hal yang paling membuat seolah-olah "Oh God, what happened to me?", karena itu terjadi begitu saja.

Oke, saya akui bahwa hubungan saya dengan ayah kurang lebih baik, tapi bukan berarti diantara kita ada masalah atau semacamnya, hanya saja memang kami tidak cukup dekat. Bicara pun hanya seperlunya saja, intinya kita baik-baik saja tapi ikatan antara anak dan ayah itu memang terasa kurang saja. Itu yang saya rasakan.

Saya sudah beberapa kali membuat kesalahan yang bisa dibilang sangat besar yang membuat nama ayah saya terbawa-bawa juga, bahkan keluarga, bahkan lingkungan dimana ayah saya bekerja.
Dan masih ada kesalahan lain yang yaaa bisa dibilang kecil tapi memang yang namanya kesalahan tetaplah kesalahan.

Dan kemarin saat Hari Raya Idul Fitri, saya melakukan hal yang tidak pernah saya rencanakan sebelumnya. Saya bukan hanya meminta maaf kepada ayah, tapi juga bisa memeluknya juga.
Saya tau, itu hal biasa bagi kalian "mungkin", tapi bagi saya itu adalah hal terindah dalam hidup saya untuk saat ini. Bisa meminta maaf dan mencium tangan juga keningnya juga memeluknya.
Biasa saja kan bagi kalian ? Oh c'mon ! This's soooo amazing moment for me.

Dan rasanya seperti ada beban yang selama ini dipikul berat dan tiba-tiba saja "triing" hilang begitu saja. I don't know why.

Pesan buat pembaca, jangan pernah canggung atau malu atau semacamnya jika ingin mengungkapkan perasaan terhadap ayah, apalagi sampai menunda waktu untuk meminta maaf. Tidak ada yang tau waktu kita sampai kapan.

I love u Dadd.

Minggu, 14 Mei 2017

Keinginan Terbesar Dalam Hidupku




Hidup setiap orang sudah pasti berbeda, mereka memiliki jalan cerita masing-masing, memiliki cara untuk melewati setiap waktu dalam hidupnya, dan yang terpenting adalah bagaimana cara mewujudkan keinginan terbesar dalam hidupnya.

Begitupun aku.
Sepuluh tahun yang lalu aku tidak pernah berpikir akan seperti ini, jangankan sepuluh tahun, satu jam yang lalu saja aku tidak tau apa yang akan terjadi, dan yang masih membuat aku untuk tetap hidup salah satunya adalah ya ini, bahwa hidup ini penuh dengan kejutan, entah itu kejutan yang menyenangkan ataupun sebaliknya. 

Saat kecil aku mempunyai sederet keinginan, mungkin lebih tepatnya cita-cita. You know-lah anak kecil.
Ingin menjadi guru seperti (dia), ingin menjadi dokter biar banyak duit dan kerjanya cuma ngasih resep obat, ingin jadi pilot biar bisa jalan-jalan keluar negeri, ingin jadi tentara biar bisa nembakin orang, ingin jadi polisi biar bajunya rapi setiap hari, ingin jadi desainer biar modis setiap hari, ingin jadi orang kaya, dan mungkin selalu mempunyai keinginan setiap aku memikirkannya. 
Apakah itu bukan keinginan yang layak untuk diperjuangkan? I don't know. Karena aku sudah seperti lagi ngetik 18 halaman dan laptop mati tanpa alasan begitu dinyalakan lagi dengan harapan bahwa akan tersimpan di draft dan kenyataannya hilang. So sad.

Kenapa bisa seperti itu ?
Bermula.....
Dan sejak aku masuk SMP sepertinya memori yang aku penuhi dengan keinginan itu mulai terhapus dengan berbagai hal yang tidak aku prediksi sebelumnya, perlahan tapi pasti, hingga akhirnya aku benar-benar kehilangan semua catatan kecil di otakku itu. Dan empty!

Mungkin akan sedikit membuka aib lagi, tapi I don't care with everything what u say. 
Hidup aku memang cukup berantakan, emhh mungkin lebih dari cukup, atau bahkan sangat amat berantakan. 
Banyak hal yang aku lalui, entah itu dari yang terbaik, yang sangat baik, yang cukup baik, yang lumayan baik, yang baik, yang kurang baik, yang tidak baik sampai yang amat goblok!! (Sorry to say). Mungkin kamu juga? (Just ask).

Sebelum kamu bilang dan berkomentar atau berpikir yang lebih jauh, tentu saja aku sudah menemukan dan mengalami banyak hal yang berubah dalam hidup ini, mulai dari dicaci maki, disiksa lahir dan batin, dijauhi, dibenci, dihina, sampai didekati, disayangi, dicintai dan kemudian dibuang dan diabaikan seperti batu karang. 
Tapi dibalik itu semua banyak hal yang bisa aku ambil hikmahnya, bahkan jutaan hikmah yang sebenarnya justru tidak mampu aku tampung, mungkin saking banyaknya pengalaman yang aku lalui (bukan sok pengalaman, hanya saja memang pernah dialami). 
Bisa bertemu dengan orang baik, dengan orang yang sangat baik, dengan orang yang kurang baik, dengan orang yang tidak baik, dengan orang yang pura-pura baik, dengan orang yang kadang-kadang baik, dan banyak bertemu juga dengan orang-orang yang bisa dibilang lebih jahat dari apa yang dilihat dari luar. Ini mengenai hati seseorang).

Dan pada saat ini, pada detik ini, aku sedang mencoba mendinginkan pikiran yang sebenarnya sudah hampir meledak karena kekurangan kompresor. Bukan karena banyak mikir atau bekerja, tapi karena sesuatu yang datang dengan sendirinya begitu saja. 

Aku mencoba untuk tidak menjadi manusia yang sempurna, aku juga tidak mencoba untuk menjadi manusia yang baik, aku tidak mencoba menjadi seperti kebanyakan orang (selalu ingin dicintai dan disayangi, dipuji, banyak teman dll), aku juga tidak sedang mencoba menyakiti hati dan perasaan orang lain, tidak sedang membuat hari-hari orang lain was-was dan intinya aku sedang berusaha menjadi pribadi yang baru sampai waktu dimana waktu itu sendiri yang menghentikanku.

Dan dibalik semua itu (baca tulisan diatas kan? 😁), aku mempunyai keinginan terbesar dalam hidup ini (kalau keinginan seperti ingin panjang umur, diampuni dosa dan sejenisnya itu yaaaaaa sudahlah ya).
Aku masih mempunyai keinginan terbesar yang sebenarnya sudah sejak lama sekali aku simpan dalam hati sanubari yang terdalam sampai -sampai aku kunci rapat dengan kode kombinasi berlipat dan password juga touch id diriku sendiri pastinya. (Oke stop)!!

Keinginanku tidak terlalu besar juga tidak terlalu sulit untuk dilakukan terutama oleh orang-orang yang aku anggap keluarga, aku hanya ingin diterima.

Hanya itu.

Selasa, 14 Februari 2017

Fase Terendah Hidupku



Place pict: Cibolang Pangalengan, Jawa- Barat

Aku pernah mengalami fase terendah dalam hidup ini, pernah mengalami hal terburuk bahkan bisa dibilang yang paling buruk, aku juga pernah mengalami situasi dimana tidak semua orang mampu melewatinya, ya, memang aku selalu yakin bahwa akulah orang yang paling mampu bertahan dalam fase ini. “bukan sombong hanya yakin”


Masih bersyukur aku mempunyai kesempatan hidup, ini bisa aku manfaatkan dengan sebaik mungkin tanpa penyesalan ataupun berbagai kesalahan. Mungkin kalau rasa menyesal pasti ada, tapi aku sendiri mencoba belajar dari pengalaman hidup ini, jangan sampai mengulangi kesalahan untuk kesekian kalinya.


Pernah dibenci, dibohongi, dihujat, dijauhi, didzolimi, dikhianati, dicaci maki dan yang pernah menyakitkan adalah pernah kenal dan hidup dengan orang-orang tanpa hati nurani yang hanya mampu memandang dengan sebelah mata.


Tapi semua itu bisa dan mampu aku terima dengan ikhlas, meskipun tidak secara langsung ke titik “ikhlas”, ya bisa dikatakan butuh waktu yang sangat lama untuk mencoba menerima itu semua, karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa hidup ini akan terus penuh dengan cobaan juga godaan, yang perlu dilakukan hanya bagaimana cara kita mengahadapinya.


Dari semua fase yang aku anggap sebagai cobaan dan godaan itu aku banyak belajar bagaimana caranya tetap membuka telinga saat ada orang yang berkata tentang aku, mencoba membuka suara disaat ada orang yang bertanya, dan aku pikir yang paling lumayan sulit dilakukan adalah mencoba bertahan untuk tetap hidup saat semua harapan sudah habis, sudah sirna, sudah kosong, sudah lenyap, saat tak ada lagi alasan untuk tetap hidup.


And you know what, apa yang membuat aku untuk tetap bertahan di tengah gelombang kehidupan ini ? Apa yang membuat aku tetap ingin terus melanjutkan hidup ini ? Apa yang membuat setitik harapan itu muncul kembali ?


Only love. Ya, cinta. Hanya cinta. 

Cinta ?


Oke oke! Pasti terlalu lebay kalau aku sudah bahas tentang cinta.
Tapi memang kenyataannya seperti itu. Aku tetap membuat banyak alasan setiap saat untuk tetap bisa tinggal disini, untuk tetap bisa melewati semua ini, agar mampu kembali ke fase dimana aku juga pernah merasakan hidup yang kembali bersinar, berwarna, tanpa kabut gelap lagi dan hidup dengan rasa bahagia.


Bahagia ?

Senin, 30 Januari 2017

Perjalanan Hidupku Di Negeri Paman Sam 11

Sekarang aku tinggal di kota kecil dengan hamparan pantai yang begitu indah.
Tentu saja tidak ada seorang pun yang tau. Setelah sekian lama aku bekerja di kantor intelegensi terbesar di dunia itu, aku mengalami banyak perubahan dalam hidup. Selain memang pekerjaannya yang tidak aku inginkan, lingkungannya sangat terlalu jauh diluar nalar yang dipikirkan manusia normal.
Seperti tidak ada lagi privasi yang aku miliki, rasanya seperti hidup disebuah layar monitor dengan disaksikan oleh jutaan orang, kemanapun rasanya ada yang mengikuti, bahkan di kamar mandi sekalipun.

*

Aku masih ingat saat mendapatkan tugas kesekian kalinya. 

Saat itu aku sudah mendapatkan fasilitas pekerjaan yang menunjang. Kendaraan yang terbilang cukup bagus, ponsel yang canggih, bahkan belum pernah ada di pasaran. Memang, itu ponsel yang khusus dibuat di tempat ku bekerja. Selain bisa dengan mudahnya menerima pemberitahuan dari server pusat, ponselku juga bisa dijadikan selayaknya penjaga pribadi. Entahlah, intinya itu hanya satu dari kesekian benda ajaib yang pernah aku dapatkan.
Pada suatu malam, aku sedang berada di apartemen ku karena setelah seharian mengurusi masalah di kantor. Tentu saja dengan berbagai laporan dari hasil kerja ku selama beberapa bulan terkahir. Aku pernah menjadi asisten detektif, asisten peneliti laboratorium, hingga aku sendiri yang menjadi detektif, kemudian aku juga pernah menjadi mata-mata untuk orang-orang yang memang ada di daftar rincian yang harus aku kerjakan, dari orang biasa hingga orang yang terbilang cukup penting keberadaannya, dan hingga akhirnya aku harus bekerja sebagai ending dari sebuah kehidupan bagi orang itu.


Hidup memang pernah bisa diprediksi. Aku yang awalnya hanya seorang anak kampung dari kota pinggiran di Indonesia, kini aku menjadi seorang mata-mata sekaligus penuntas bagi hidup oranglain. Aku tidak pernah membayangkan ini akan terjadi sebelumnya. 

Aku sudah mempunyai segalanya. Uang, tempat tinggal lumayan nyaman, teman yang banyak, barang-barang yang lengkap, meskipun tidak bisa dibilang berkelas, juga cinta. Cinta ?
Aku pikir aku tidak mencintainya. Begitupun dia. Kami hanya bermain dalam sebuah peran agar mereka percaya bahwa kami memang mempunyai hubungan yang spesial. 

*
Aku tau dia sudah tertidur pulas di kamar. Apalagi ini sudah lewat tengah malam.
*
Tiba-tiba ponselku bergetar. Itu SMS masuk dari server pusat. Ternyata aku harus menyelidiki identitas seseorang yang baru tinggal di Negara ini. Tentu saja dia sama seperti ku dulu, dia pendatang. 

Aku melihat sepintas dari profilnya. Ternyata dia berasal dari negara yang sama denganku. Dia adalah seorang ahli IT untuk sebuah perusahaan ternama di pusat kota. Usianya 10 tahun lebih tua dariku. Dia datang bersama keluarga kecilnya.
Malam itupun aku lanjutkan dengan mencoba membuka semua info tentangnya.

Aku baru sadar, apakah aku dulu juga diperlakukan seperti ini ? Entahlah.
Aku harus tidur. Besok aku harus segera mencari tau tentang dia lebih detail. Apalagi dia adalah ahli dalam bidang yang sama sekali tidak pernah aku kuasai. Ya, aku benci kemajuan teknologi. 

Aku pun tertidur.

*
Pagi hari.

Setelah aku sarapan bersamanya, aku pun pamit untuk berangkat kerja.
Oh iya, aku dan Natally. Kami menjalin hubungan. Tapi ini tidak murni, ini hanya sebagai pelengkap sandiwara saja diantara rencana kami. Memang, dulu aku pernah menyimpan sebuah rasa kepadanya, tapi itu memang dulu, sebelum aku tau kalau dia juga adalah salah satu dari kami. Ya, kita bekerja pada perusahaan yang sama.


Tidak sabar rasanya ingin segera menuntaskan permasalahan ini.


Sabtu, 28 Januari 2017

Pengalaman Memakai Krim Pemutih Dan Penghilang Jerawat

Semua orang pasti menginginkan wajah yang bersih juga berseri tanpa ada kusam atau jerawat atau masalah lainnya seperti kerutan dan flek-flek hitam. Inginnya tuh wajah glowing seperti artis-artis di TV gitu kan ? Kalau kamu tidak merasa seperti itu jangan diteruskan membacanya ya ha-ha (-_-)

Sewaktu saya masih tinggal di kampung halaman, dari SD sampai SMP, wajah saya tidak seperti kebanyakan teman-teman lainnya yang selalu memiliki masalah seperti berjerawat dan lain-lain, selain suasananya yang asri dan tanpa polusi seperti di kota ini (Bandung), mungkin karena faktor makanan yang selalu sehat dan waktu istirahat yang cukup, secara kan masih tinggal bersama orangtua juga. (Jadi kangen kampung halaman nih, Cianjur Selatan mana suaranya ???) 

Dan ketika SMA pun wajah saya mulus-mulus saja, ya meksipun tidak glowing atau gimana-gimana juga sih ya, tapi saat itu bisa dibilang bersih dari masalah wajah seperti yang selalu dialami kebanyakan oleh teman-teman sebaya di sekolah.

Hingga akhirnya saya lulus SMA dan tinggal di kota ini, saya banyak bertemu dengan orang-orang yang selalu saja setiap bertemu selalu ada yang berbeda dari penampilannya, entah itu pakaian ataupun barang-barang yang dipakainya. Dan disetiap kesempatan berbincang, pasti diantara mereka ada yang membahas tentang krim pemutih atau penghilang jerawat. Akhirnya saya pun ditanya, perawatan apa yang saya pakai hingga wajah saya selalu terlihat berseri dan bersih juga sangat mulus tanpa jerawat satupun.
Ya saya jawab saja tidak pernah memakai apapun, apalagi krim atau semacamnya, bahkan pembersih / pencuci wajah seperti yang kebanyakan dipakai oranglain pun saya memang tidak pernah memakainya.
Mereka ada yang percaya ada juga yang tidak percaya. Ya sudahlah, tidak masalah juga.

Hingga akhirnya saya akrab dengan tetangga kost yang memang dia kerjanya online shop krim wajah. Saya lihat wajahnya glowing gimana gitu ya, seperti kulit bayi yang baru lahir. 

Timbulah rasa ingin mencoba.
Dan saya pun memutuskan untuk mencoba memakai produk yang dia jual, dan krim yang saya coba itu terdiri dari krim siang dan malam juga ada sabun pencucinya.
Nama krimnya itu (sensor) dengan wadah yang berwarna hijau.
Khasiatnya, wajah akan putih mulus dan glowing bersinar begitu (katanya). Dan masih banyak juga sih.


1 minggu pemakaian, efek yang saya rasakan adalah perih dan wajah jadi memerah seperti udang rebus. Intinya jadi mengelupas tuh wajah. Itu berlangsung sampai 2 mingguan. Dan selanjutnya wajah saya memang lebih putih dari sebelumnya. Tapi tidak sampai glowing. Dan, kalau saya tidak memakai itu krim sampai beberapa hari, efeknya jadi timbul jerawat. Saya pun terus memakai itu krim sampai kurang lebih 2 bulan. Dan efeknya selalu sama saja.
Akhirnya saya berhenti memakai krim (sensor) itu.
Saya menggantinya dengan produk dari Wardah. Krim malam yang lightening.
1 minggu pemakaian baru ada perubahan. Jerawat menghilang dan wajah saya tidak merah jika terpapar sinar matahari, tidak seperti saat memakai krim sebelumnya. Tapi entah saya jadi ketagihan memakai produk pemutih, saya pun memakai krim pemutih wajah lain yang aku beli di pasaran, seperti Pond's, Wardah, Citra, dan masih banyak lagi.


Hingga akhirnya saya terpincut dengan krim pemutih yang biasa dijual di pasar-pasar kecantikan, nama krimnya JRG atau lebih dikenal dengan krim boneka (karena ada gambar bonekanya gitu).
Saya merasa cocok tuh pakai krim pemutih itu. Karena memang jerawat tidak ada, wajah jadi putih dan bersih banget, sedikit glowing juga, dan harganya juga terjangkau. Saya memakai itu hanya krim malamnya saja. Kalau siang tidak pernah pakai, sedangkan untuk pencucinya aku memakai Pond's atau produk pencuci lainnya. 


Itu berlangsung selama 1 tahun. 

Efeknya kalau tidak memakai itu krim beberapa hari pasti langsung ting tong muncul jerawat. Dan langsung saya memakai itu krim malam, dan 3 hari saja wajah sudah bersih lagi tanpa bekas jerawat sedikitpun.


Tapi itu dulu. Sebelum saya sadar bahwa itu adalah produk pemutih dan penghilang jerawat yang berbahaya.
Sebelumnya saya juga sudah tau kalau itu bukan krim wajah yang aman. Karena kandungannya saja sudah tidak bagus, tentu saja ada seperti merkuri dan jenis lainnya.
Dan ada juga produk yang pernah ditawarkan teman seperti (sensor, sensor, sensor) sensor diganti dengan cara buka Google dan mulai mengetik "ciri-ciri krim pemutih wajah yang berbahaya".


Tepat di bulan Oktober 2016, saya pun berhenti total memakai segala jenis krim apapun. Yang saya pakai hanya pencuci saja yaitu Pond's. Dan apa yang terjadi ? Wajah saya berjerawat total. Yups, total!
Saya pun berganti produk pencuci wajah, Pond's, Vaseline, Garnier dan pernah juga memakai Verile. Dan tetap saja jerawat tidak berkurang, malah justru semakin bertambah. 

Dan sekitar sebulan yang lalu saya kembali mencoba memakai krim malam, tapi bukan yang mengandung bahan berbahaya, saya memakai Garnier Pure Active yang memang khusus krim malam, pencucinya pun dengan produk yang sama. Dan hasilnya jerawat mulai berkurang. Tapi masalahnya itu krim cepat habis. Ha-ha 
Mungkin karena saya pakainya banyak juga sih. Saking ingin cepat hilang jerawat nih dari wajah. Apalagi jerawat saya juga sampai ke leher meskipun hanya beberapa saja sih yang ada.


Akhirnya saya bertemu dengan teman yang dari dulu pertama kenal tuh wajahnya berseri-seri gimana gitu.
Katanya ini tuh bukan jerawat, tapi bagian dari racun yang ditimbulkan oleh krim yang pernah saya pakai selama 1 tahun ini. Memang iya sih ini tidak seperti jerawat, tapi lebih ke seperti komedo yang putih-putih gitu, biasanya kan komedo ada di hidung, tapi ini merata di seluruh wajah.
Setelah berbincang-bincang, ternyata dia memakai krim dari Pond's, yaitu Pond's Age Miracle. Memang iya sih, wajahnya itu uh seperti tanpa dosa (mulai bosan ngetik nih) ha-ha.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba produk dari Pond's itu. Tapi untuk tahap awal saya memakai yang ukuran paling kecil saja, 10gr dengan harga 30 ribuan lah. Kalau yang ukuran big-nya 100 ribu lebih. 

Mudah-mudahan hasilnya bagus. Meskipun Pond's Age Miracle khusus untuk usia 30an, tapi masalahnya kan wajah saya memang sudah seperti mereka yang usia segituan.


*Tips untuk pembaca.

Jangan menyesal jika kamu memakai krim pemutih dan penghilang jerawat yang kamu beli di pasar bebas. Kenapa jangan menyesal ? Karena itu pilihan kamu kan ? he-he Pakai saja terus, nanti dampaknya mungkin lebih parah dari saya, bisa saja menjadi kanker dan gangguan ginjal. Coba browsing deh.
Oh kamu pakai krim dari dokter ya ? Yakin aman nih ? Pakai logika saja. Kalau krim yang katanya aman tanpa bahan-bahan berbahaya, pasti dari kemasannya saja tidak akan aneh-aneh, dan yang lebih masuk akal, kalau itu produk aman pasti itu produk akan ada di pasaran seperti toko-toko swalayan ternama. Minimal ada di minimarket deh. Dan tentu saja dari cara pengemasan pun bukan hanya bertuliskan merek, tapi harus ada kapan dibuat dan tanggal kadaluarsa juga. Yang lebih masuk akal lagi, kalau itu krim aman, harus ada nomer BPOM-nya. Cara cek nomer BPOM bisa online juga malah, tinggal cari di Google kok.

Intinya, semua orang mempunyai pilihan atas apa yang akan dia pakai, apalagi sudah berhubungan dengan kebutuhan pribadi, selama masih merasa cocok, ya lanjutkan. Pakai duit sendiri juga kan kagak minta sama saya ha-ha. 
Tapi kalau boleh menyarankan, pakailah sesuatu yang aman dan nyaman juga yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum jika terjadi hal yang tidak diinginkan suatu saat nanti. (Kita berada di negara yang dilindungi undang-undang/ hukum).
Sebenarnya masih banyak juga sih krim pemutih dan penghilang jerawat lainnya yang beredar di khalayak umum yang tidak secara sadar dan dengan sadar juga bahwa itu tidaklah benar-benar aman. Jadilah konsumen yang cerdas. Jangan selalu menginginkan sesuatu secara instan. Cobalah untuk menikmati proses, meskipun lama tapi tidak berdampak negatif dikemudian hari.


*Tanpa pernah bermaksud mengangkat atau menyudutkan pihak atau personal manapun. Saya hanya konsumen yang memakai produk saja. Saya keluhkan karena saya merasa tidak puas, apalagi memang benar-benar tidak banyak diketahui bahwa itu memang tidak benar seperti yang selalu ada di iklan.


*Tulisan ini dapat dipertanggungjawabkan.
Hubungi email yang tersedia di page kontak atau komentar dibawah sana atau WhatsApp di paliiiiiiing bawaaah tuh!

Jumat, 27 Januari 2017

Masa Mudaku Bersama Demensia || My Youth With Dementia

Masa muda itu adalah masa dimana semuanya rasa ingin tahu selalu menjadi raja, bagaimana dan bagaimana dan hanya bagaimana dan bagaimana rasanya yang ada. 
Aku sih begitu, aku tidak mau tau kalau kamu bagaimana. He-he (-_-) 


Siang tadi tepat jam 11 am aku sudah sampai di tempat pendaftaran RSHS, tujuanku lain bukan alias bukan lain alias tidak bukan yang akan bertemu dengan Dokter khusus disana. (Aku sudah bilang ke beliau untuk menulis setiap pengalamanku di blog, dan beliau tidak ingin real name-nya ditulis disini).

Begitu dipanggil namaku oleh seorang perawat disana dan diarahkan menuju ruang dokter.
Tidak begitu banyak yang mengantri, tidak lebih dari 10 orang yang duduk di kursi untuk menunggu antrian, dan itupun para lansia yang didampingi oleh entah anaknya atau pembantunya atau kerabatnya atau mungkin tidak tau juga sih, yang jelas cuma aku yang datang sendiri. Abaikan mereka. Asyik dengerin lagu aja (-_-)

Saat di ruang dokter, aku ditanya nama, umur, tempat tinggal, pekerjaan, dan datang dengan siapa. Dan sepertinya tidak perlu aku tulis apa jawabanku disini he-he

Intinya aku datang untuk pertama kalinya karena mendapat rekomendasi dari seorang dokter juga yang sudah biasa aku temui setiap bulannya (jangan kepo ya). 

Akhirnya aku bertanya kenapa alasannya sampai aku ini terkena penyakit atau disebutnya menderita atau apalah namanya ya, intinya kenapa aku sampai terkena yang namanya Demensia. Tentu saja aku membawa hasil lab yang sudah aku dapatkan sebelumnya, aku tes checkup di laboratorium ternama di Indonesia ya, tidak mau sebut merek karena aku bukan endorsement ha-ha.

Akhirnya dokter menjelaskan tuh, dari mulai pengertian, ciri-ciri, faktor penyebab dan cara mengatasinya.
Ini yang aku rangkum dari hasil rekaman di HP-ku, kalau ditulis semua capek juga ha-ha

Dan demensia menurut hasil rangkuman ku adalah kondisi dimana terdapat gangguan pada ingatan atau disebut dengan pikun. Dan menyebabkan menurunnya daya ingat, hilang ingatan, perubahan perilaku, salah penilaian, dan yang lebih parahnya adalah blank (apa iya gitu ya kalau tidak salah. Soalnya rekamannya di video dan videonya kehapus saking penuhnya memori telpon. Aduh).

Kalau ciri-cirinya sudah jelas ya jadi lupa gitu, mungkin jadi pelupa, ada yang berjangka pendek kalau yang belum parah, kalau yang sudah parah itu bisa sampai lama untuk mengingat apa yang semestinya diingat.
Dan kata dokternya, itu terjadi pada lansia diatas usia 65 tahun. Faktor umur kali ya (-_-). 

Tapi, ada tapinya ya nih.
Ternyata selain faktor usia, ada juga faktor itu antara lain genetik, obat, hormon, penyakit-penyakit yang terkait dengan penuaan, gangguan neurologis seperti stroke, kanker, efek samping beberapa jenis obat, stres, gangguan tidur, pola makan dan gizi, alkohol, kurang olahraga, merokok, dan obat-obatan terlarang. Masih ada lagi sih, tapi (udah tau kan kalau aku pelupa).
Kalau faktor usia, aku kan masih remaja.

Genetik ? Aku tidak tau.
Obat ? Maybe. Soalnya lagi pengobatan juga.
Hormon ? Aku tidak mengerti.
Penyakit-penyakit lain (lihat aja yang diatas tuh), aku hanya ada komplikasi bagian dalam tubuhku saja. Dan kata dokter harus ada pemeriksaan lanjutan.
Stres ? Umhhh maybe.
Gangguan tidur? Maybe juga. Secara kadang bisa tidur dari sore atau kadang suka begadang. Tidak menentu kalau masalah tidur.
Pola makan ? Entahlah (-_-).
Alkohol ? Maybe :D
Merokok ? Maybe.
Obat terlarang ? Maybe.
*Alkohol sudah tidak sejak kejadian 3 bulan lalu itu.
*Merokok sudah dikurangi sejak tau kalau aku mempunyai komplikasi.
*Obat terlarang, pernah beberapa kali tapi itu sudah lama banget. Dulu pokoknya.

Dan kalau aku pribadi, yang aku alami beberapa bulan terakhir memang seperti itu. Aku kadang lupa hari ini hari apa kecuali lihat HP dulu, tanggal apalagi. Dan kalau lupa menyimpan barang sih dulu aku menganggapnya hal biasa saja, dan baru tau juga kalau itu salah satu ciri terkecil. 

Oh iya, aku pernah mengalami kejadian lupa yang lumayan lucu.
Waktu itu aku mau sholat Jum'at, dan aku niatnya mau di Masjid Agung Bdg. Sudah biasa sih sebenarnya. Aku selesai mandi terus memakai sarung dan baju koko. Kemudian dari kost berangkat pakai motor, biasa juga begitu. Dan entah kenapa aku kan dari kost sewaktu masih di Jln BKR, malah yang aku ingat itu sudah sampai di dekat pabrik Ceres yang arah Dayeuhkolot. OMG! Untungnya aku pakai helm.
Akhirnya aku balik arah lagi deh. Seingat ku sih aku mau ke rumah si Teteh yang di Banjaran (-_-)

Kalau kejadian-kejadian yang biasa sih saking terlalu banyaknya jadi aku anggap sudah biasa.
Kalau lihat histori alarm di HP ku itu banyak banget. Ha-ha
Kalau aku ada janji mau ketemu orang jam sekian, yang pertama aku ambil adalah kertas dan pulpen, atau paling tidak langsung setting alarm.

Dan yang paling parah adalah tanggal 22 Januari kemarin. Aku kan sering mimisan, jadi aku pikir memang biasa saja, tapi ternyata langsung sakit kepala dan aku pengen tidur aja. Dari pagi sampai aku ingat itu adzan Ashar. Man! Lama banget aku tidur.
Dan yang aku ingat adalah lapar dan menonton TV. Makan sambil nonton tv maksudnya.
Aku sih masih ingat nama, secara bukan amnesia ya tapi demensia. Ha-ha (-_-)

Abis makan aku melanjutkan nonton TV dan niatku membeli rokok di warung depan. Dan secara kebetulan aku menjatuhkan HP ku. HP mati dan me-restart sendiri berulang kali dan aku udah bodo amat tuh sama si HP. Aku pun tidur lagi.
Sekitar jam 8 PM aku baru bangun lagi. Yang pertama aku lihat ya jelas HP dong. Dan kembali ke awal lagi pengaturannya, dan disana aku baru sadar kalau aku benar-benar lupa akan semuanya. Tidak semuanya sih, sekitar 10% masih ingat.
Password email utama masih ingat, tapi password yang lainnya aku tidak ingat.
Dan blank deh semuanya sejak saa
t itu. Ingatanku seperti HP itu.

Oke lupakan tentang HP-nya (-_-)
Dokter pun menyarankan agar aku segera ke tahap pengobatan atau terapi gitu deh. 

Lu kira gua orang kaya ? Lu kira gua semudah anak-anak lain yang seenaknya meminta uang sama bokap-nyokapnya, lu kira gua hidup dari warisan, aduh please deh. Baru sampai ke tahap konseling ini saja sudah berapa yang aku keluarkan. Duit makan, duit kost untuk bulan depan nih. Aduh.

Akhirnya aku meminta solusi terbaik untuk sementara waktu.
Katanya sih tidak ada solusi terbaik, yang namanya ya untuk sementara mah bukan yang terbaik, tapi solusi termudah.

Aku harus menjaga pola hidup yang sehat, makanan, olahraga, istirahat, pergaulan, dan keluarga disini juga sangat mendukung banget. Speechless deh aku.
Setalah hampir 1 jam aku di ruangan itu, akhirnya aku pamit saja. Kasihan yang antri lama.

Aku hanya mau bilang bahwa hidup itu tidak lama, hidup itu tidak panjang, hidup itu tidak selalu bahagia, oleh karena itu pergunakan waktu sebaik mungkin bersama orang yang kamu sayangi. Aku ? Aku begini sekarang. Bisa kapan saja lupa dan entah kapan akan ingat.


Tapi aku masih ingat kalau aku mempunyai pacar yang selalu menyiksaku dengan rasa rindu ini. (Lagi-lagi tentang cinta he-he)

Rabu, 25 Januari 2017

Lagu Adalah Memori Terdalam Ku

Aku selalu bersyukur atas apa yang telah aku lewati sampai saat ini, entah itu bahagia ataupun sebaliknya.


Aku tidak tau entah sampai kapan berada di dunia ini, mungkin sampai tulisan ini selesai atau besok atau lusa atau entah kapan waktu itu akan tiba, yang pasti aku sudah tau kapan waktu aku akan lupa segalanya.


Yang kebanyakan orang inginkan selalu aku dapatkan, entah itu kebahagiaan ataupun sebaliknya. Tapi itu bukan sesuatu yang aku inginkan, justru sama sekali tidak pernah aku harapkan sebelumnya. 


Aku percaya adanya karma, dan aku tidak peduli jika aku tiba saatnya harus hidup dengan itu, you know what ? Aku selalu siap dengan konsekuensi apapun dalam hidup ini, karena aku selalu berusaha untuk tetap menerima segalanya dengan lapang dada, aku selalu mempersiapkan segalanya jikalau saat itu akan tiba.


Aku tidak tau apa yang ingin aku bahas, karena aku sudah berjanji tidak akan pernah menulis tentang aib ku lagi di blog ini. Sudah puluhan postingan yang aku delete juga kan. "Demi nama baik (kelelawar)". Ok hated them. Oops!


Oh iya, aku sudah mengingat sekitar 50% lagi. Setengahnya lagi masih samar-samar, jadi dinaikkan menjadi 60% (-_-)

Aku sudah ingat masalah apa yang sedang aku hadapi, kebiasaan setiap hari, teman-teman, pacar apalagi dong ya (he-he), mantan juga, dan dokter sekaligus psikiater tercinta ku (-_-) "setiap tanggal 15 datang ya!" Hello, Dok! Emangnya mau kagak dibayar? Oops. (Kalau baca ini jangan marah ya) ha-ha


Aku akui ini bukan hidup yang aku inginkan, karena harapan aku saat itu aku bisa berjalan di level 9/10, tapi ternyata kenyataannya aku tetap di level minus ini. Aku masih beruntung sih, aku masih percaya adanya Tuhan, dengan melihat dan merasakan ciptaan-Nya yang begitu indah, ugh lebih dari indah lagi ini mah atuh sangat luar biasa indah. Alhamdulillah- Allahuakbar.


And I still hated them. 


Aku ingin kalau saatnya tiba nanti aku ingin benar-benar lupa segalanya saja deh, tidak satupun yang aku ingat. Aslinya ini mah. Soalnya, mungkin saking bencinya aku justru malah mengeluarkan air mata yang aku pikir tidak seharusnya begitu, aku selalu sedih tanpa alasan, selalu bingung tanpa sebab, selalu serba salah karena itu semua.


Tapi tapi tapi, jangan sampai lupa kalau aku masih mempunyai pacar yang ternyata tau password semua media sosial aku. Damn! Ha-ha
Dan ini ketiga kalinya aku begini, dan kamu tau apa yang membantu aku sedikitnya kembali mengingatkan masa lalu ?


Yang membuat aku kembali teringat itu bukan keluarga, bukan pacar, bukan teman, bukan tulisan, bukan cinta, tapi justru lagu. Ya, hanya karena lagu aku setidaknya kembali mengingat banyak memori yang masih bisa aku lihat, entah itu lagu sedih ataupun lagu bahagia.


Lagi-lagi bahwa lagu itu kebanyakan hanya tentang cinta dan rasa sakit. Tapi tidak jadi masalah juga jika memang memori yang teringat adalah bait-bait kesedihan dan rasa sakit, setidaknya aku masih bisa melihat kenangan lama itu.


Ingat saat jadian sama si A, sama si B, ingat juga saat aku pdkt sama si ini pakai lagu yang ini, putus sama si B sync-nya dengan lagu yang itu. Banyak memori 'lah pokoknya bersama lagu itu.


Dan aku akan bilang, "lagu/musik adalah memori terdalam seseorang, dengannya semua orang bisa hidup dengan caranya sendiri, lagu/musik juga selalu ada untuk semua orang, entah itu bahagia ataupun sedih, tergantung suasana hati orang itu". Benar 'kan ?


Benar 'kan ? Jawab saja (-_-)

Minggu, 22 Januari 2017

Masih Berharap ? Kenapa Tidak ?

Emang dasarnya ini blog dibuat untuk pengganti buku harian, jadi mau gimana lagi atuh ya, semuanya aku tulis disini aja .


Sepertinya sedikit bermasalah dengan hidupku, umhh memang bermasalah sih :D


Aku pikir tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya, ternyata satu bulan saja belum full sudah banyak kejadian yang terjadi yang memang tidak pernah aku kira sebelumnya.


Pertama, aku tidak mengira bahwa seseorang yang aku anggap akan dan mau dan benar-benar mampu menerima keadaan ku yang sebenarnya, ternyata malah paling jauh berada di deretan terbelakang, eh mungkin sudah tidak menganggap ku lagi. Orang yang aku kira adalah sosok pengganti dari "dia", ternyata malah sama sekali tidak peduli lagi. Dan yang paling membuat perasaanku sedikit hancur, dia benar-benar tidak mau tau lagi apa yang terjadi dalam hidupku. Aku memang salah, tapi ini jalanku, aku tidak pernah memilih, aku hanya menjalani, aku tidak pernah mau, aku hanya mencoba menyatu dengan keadaan yang sebenarnya tanpa pernah ada kemunafikan, tanpa pernah ada yang ditutup-tutupi lagi.


Aku tau maksud dan tujuannya kenapa dia sampai begitu, pencitraan kan ? Demi menjaga nama baik, kan ? Ya, aku tau, aku juga sadar, aku juga sangat mengerti. Tapi please! Abaikan rasa ingin menjaga dari cara pandang orang lain terhadap kita, apa sih untungnya punya citra bagus dimata orang ? Apa untungnya ? Sekali lagi aku tanya, apa untungnya ? Apa mereka akan menolong saat susah ? Mungkin iya, tapi sebaik-baiknya juga orang lain. Aku sendiri mungkin memang iya tidak pernah ada baiknya dimata sendiri juga, tidak usah bawa-bawa dari pandangan orang lain dulu deh, dari (...) dulu. Aku memang tidak ada baiknya, mungkin saat dibutuhkan saat itu juga aku tidak akan bisa ada, tapi harus diingat, aku masih (males nerusin nya ah).


Kedua, aku kira kesehatan ku semakin membaik, ternyata tidak.
Setiap 70 hari memori otakku akan terhapus, entah kenapa harus seperti itu. Kenapa tidak selamanya saja ? Aku pikir ini lebih dari sekedar cobaan. Bukan cobaan bagi diriku saja, tapi bagi orang-orang yang mengenalku, apalagi bagi orang yang menyimpan "rasa" terhadapku.


Aku harus mengejar target untuk pengobatan, apalagi kalau bukan uang. Ya dong, segalanya butuh uang. Dan masalahnya, badan aku tidak mampu untuk mengejar target itu. Tapi untungnya aku masih mempunyai otak. Aku kira otakku saja yang bekerja. (Aku tidak akan bahas disini).


Intinya, semua orang bisa berubah kapanpun dia mau. Tapi tidak semua orang mampu mengubah apapun yang dia mau.


What's that ?

Kehidupan!
Ya, hidup ini terlalu cepat untuk dijalani. Apalagi hidup juga tidak bisa diprediksi. Kadang ada saatnya diatas, ada saatnya dibawah, ada saatnya sedih, ada saatnya bahagia, ada saatnya senang, ada saatnya susah, dan masih banyak saat-saat yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.


Tapi ada saat dimana saat itu yang pasti akan selalu datang jika diinginkan, dan saat itu adalah bukan saat ini, dan saat ini bukanlah saat itu.


Kenangan ? Ya, kenangan! Semuanya akan menjadi kenangan.
Tergantung saat ini, jika ingin kenangan manis, ya berbuatlah yang baik, jika ingin kenangan pahit, berprilakulah yang tidak baik.


Aku ? Aku tidak pernah memilih untuk mempunyai kenangan apapun. Aku selalu bahagia dengan caraku sendiri. Aku selalu mempunyai waktu dimana hanya aku sendiri yang mengerti.


Cinta ? Aku pikir belum saatnya dia tau semuanya. Kalaupun dia mampu bertahan dengan segala kerumitan hidupku, aku pun takkan mampu lagi menutupi semuanya, biarkan dia tau dengan sendirinya.


Tidak ada salahnya tetap berharap, karena harapan adalah satu langkah kehidupan, semakin banyak berharap maka semakin banyak juga kesempatan untuk hidup.


Nugi Nugraha

Minggu, 15 Januari 2017

Aku (Bukan) Seorang Pembohong

Saat aku berkata bahwa aku tidak akan pernah lagi untuk peduli dengan orang lain, ternyata aku hanya menjadi pendusta yang angkuh, aku tidak mampu menempati janjiku sendiri. 


Karena dalam hatiku masih tersimpan setitik dari rasa ingin peduli itu, dalam jiwaku masih ada ruang dari rasa ingin peduli itu, dan aku pikir aku sudah menjadi pembohong yang besar.


Well, aku pikir tidak ada salahnya jika aku harus berbohong, you know what ? Karena aku tidak pernah melakukan kesalahan itu hanya karena aku membenci orang lain, aku hanya kecewa pada diriku sendiri, aku hanya
bosan dengan rasa sakit hatiku yang kadang membuat hidupku selalu down dan semakin down.


Ya, aku pembohong. Aku tidak bisa berhenti untuk kembali mencoba berkorban demi hidupku yang tidak tau kapan akan berakhir, dan aku juga mencoba untuk menemukan satu sisi yang lebih baik dari caraku berbohong. Seakan aku merasa bahwa aku mempunyai suatu harapan yang lebih baik dari sebelumnya, apa itu ?

Apa itu ?

Mungkin aku terlalu angkuh dengan sikap ku yang kadang membuat orang lain sedikit ilfeel, tapi tidak sedikit juga yang mencoba menerima kekuranganku itu.


Saat aku menemukan sesuatu yang aku anggap lebih berharga daripada hidupku, aku pikir inilah saatnya aku menerima rasa itu, rasa dimana yang sejujurnya membuat hidupku lebih berarti lagi.


Ya, aku bertemu dengan dia, dengan jiwa yang aku anggap bagian dari diriku saat ini, sedihku, tawaku, bingungku, bahagiaku, dan segalanya tentang hidupku yang selalu tentang dirinya.


Aku anggap ini tidak berlebihan, karena masih dalam proses pembelajaran agar hidupku terus berjalan, terus melaju, terus hidup. Hidup ? Entahlah, aku tidak peduli lagi dengan hidupku. 


Ya, aku tidak peduli lagi dengan kehidupanku, tapi itu dulu, saat aku belum mengenal jiwa itu. Sekarang ? Dialah alasan kenapa aku masih ingin peduli dengan diriku, alasan kenapa aku masih mencoba belajar dan terus belajar bagaimana indahnya tersenyum, bagaimana rasanya bahagia, bagaimana rasanya menyayangi orang lain.


Ini kembali lagi dengan urusan cinta.
Karena aku selalu percaya bahwa cinta itu bisa merubah segalanya. Yang baik bisa menjadi lebih baik, yang buruk bisa menjadi lebih buruk, yang baik bisa menjadi buruk, yang buruk bisa menjadi baik, dan karena cinta apapun bisa terjadi, yang awalnya cinta bisa menjadi benci, yang tadinya benci bisa menjadi cinta, yang tadinya acuh dan tidak peduli pada orang lain manjadi lebih membuka diri bahwa kepedulian itu sangatlah berguna bagi diri sendiri juga orang disekitarku.


Aku memang pengagum cinta.
Jujur saja, yang aku alami selama hidup ini semuanya tidak ada yang bisa diprediksi. Aku pernah kacau, aku pernah mengalami kehidupan yang sangat baik, aku pernah mengalami kehidupan yang sangat buruk, aku pernah tidak jelas, aku pernah tidak tau lagi harus bagaimana, dan memang kenyataannya aku memang pernah mengalami hal apapun dalam hidup ini. Dan entah kenapa pula cinta itu selalu berperan penting dalam kehidupanku.


Semoga saja dengan kehadirannya di hidupku bisa membuat hidupku lebih berarti lagi.

Aamiin..